PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM BERDAKWAH DI MASA COVID-19
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM BERDAKWAH DI MASA COVID-19
oleh Falah Aliya
ilustrasi pelbagai sosial media. sumber foto: lensaindonesia.com
Sulit memisahkan dakwah dengan Islam karena Islam berkembang lewat dakwah. Karena itulah, maka dakwah suatu pekerjaan yang telah diwajibkan bagi setiap pengikutnya. Dakwah secara terminologi menurut Quraish Shihab, dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi maupun masyarakat.
Dakwah menurut bahasa Arab, berasal dari kata da’wah yang bersumber pada kata (da’a, yad’u, da’watan) yang bermakna seruan, panggilan, undangan atau do’a, dengan demikian dakwah dapat diharapkan akan memperbaiki akhlak manusia khususnya umat islam agar memiliki akhlakul karimah. Dakwah merupakan perbuatan yang mulia karena memiliki nilai perbaikan kondisi umat yang sedang rapuh atau memperkuat kondisi umat yang telah solid.
Dakwah sangat penting untuk keselamatan umat, namun di masa pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) ini, Segala sesuatu aktivitas yang dilakukan di luar rumah harus dibatasi untuk mengatasi rantai penularan. Bahkan, Pemerintah Indonesia membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan angka orang yang terjangkit. Hal ini membuat sarana dakwah beralih ke media sosial.
Dikutip dari dari TechCrunch (27/3), penggunaan sosial media mengalami peningkatan tajam selama di beberapa pasar tertentu, Kantar mencatat lonjakan penggunaan yang lebih tinggi. Misalnya di Spanyol.
Di negara itu, lonjakan penggunaan WhatsApp dilaporkan mencapai 76%. Peningkatan penggunaan aplikasi ini diketahui paling banyak dilakukan oleh kalangan 18 -34 tahun. Tidak hanya itu, di demografi yang sama, penggunaan Facebook dan Instagram diketahui juga meningkat sebanyak lebih dari 40%. Hal ini yang harus dimanfaatkan dengan memaksimalkan pemanfaatan media sosial untuk berdakwah selama pandemi Covid 19.
Dilansir dari kompas.com, Dengan adanya pandemi Covid 19 ini umat muslim harus berinovasi di media sosial untuk memaksimalkan dakwah kepada masyarakat. Inovasi tersebut bisa kita lihat dengan sudah banyaknya Ustadz yang mengganti kajian rutinnya di tempat ibadah dengan melakukan kajian via live streaming yang dapat kita jumpai di instagram dan YouTube. Media sosial kini bagaikan pasar dikunjungi banyak sekali orang dari segala lapisan. Bahkan, para pendakwah pun turut menyebarkan syiar agama di sana.
Adanya dakwah dalam bentuk seminar online melalui aplikasi Zoom yang sedang naik daun selama Pandemi Covid 19. Dan juga banyaknya forum diskusi online menggunakan media sosial lainnya.
Semua hal tersebut dilakukan untuk selalu berdakwah di tengah masyarakat dan mendukung physical distancing dan program PSBB demi menurunkan angka penularan Covid 19. Di lain sisi hal ini merupakan suatu kemajuan dalam metode berdakwah, yang dimana baik kedepannya untuk dakwah umat muslim dalam menyambut era digital yang akan datang. Tentunya proses dakwah secara online melalu media social ini harus diperhatikan pula ke efektivitasannya, setidaknya pesan yang disampaikan oleh da’I sampai kepada mad’u.
Lalu bagaimana ya, agar dakwah melalui media sosial berjalan dengan efektif?
Secara umum sebagai praktisi dakwah harus mampu mengklasifikasi kecenderungan mad’unya dalam menggunakan media social, kemudian da’i harus intens dan telaten dalam menanggapi komentar-komentar baik yang berifat menyanggah atau bertanya agar mad’u merasa tetap dihargai, lalu praktisi dakwah dituntut untuk kreatif dan inovatif guna menarik perhatian mad’u.
Ditengah pandemi seperti ini, perlu juga adanya kerjasama antara da’I dan pemerintah untuk menekan penyebaran angka pandemi, sehingga tidak ada perbedaan persepsi antara masyarakat (mad’u) yang berasal dari golongan seorang yang lebih taat oleh arahan da’I dengan masyarakat yang taat pada arahan pemerintah.
Yuk, Sebagai umat islam kita seharusnya sadar dan bijak dalam mengambil keputusan pada situasi saat ini, perlu adanya kesadaran untuk mementingkan kemaslahatan bersama dengan mengikuti arahan dari pemerintah serta ulama yang sudah terpercaya dengan mengikuti kajian online demi menjaga rasa cinta kita kepada Allah SWT dan agar sikap serta tata cara ibadah kita ditengah pandemi sesuai dengan ajaran islam yang disampaikan oleh para ulama.

Komentar
Posting Komentar